Tumpukan Rindu

Sudah tersekian kalinya kau menghilang tanpa kabar.

Sesekali ku check ponsel berharap berdering panggilan darimu.

Tapi nyatanya aku hanya mendapat pesan dari operator.

Ini seperti harapan kosong bagiku.

Awalnya kita masih saling bertukar cerita dan saling mendoakan.

Tiba” kau menghilang bak dihembus angin tanpa meninggalkan debu sedikitpun.

Aku berusaha untuk menghilangkan pikiran negatif tentang kepergianmu.

Pasti kau punya alasan dibalik ini semua, aku percaya.

Dan semestinya aku tidak merasakan ini.

Karna aku hanya sebuah hologram yang nampak samar-samar.

Aku hanya sebuah imajinasi yang tidak akan direalisasikan.

Namun aku terlanjur terjerumus dengan perasaan ku sendiri.

Hingga aku tak dapat menghindarinya.

Tidak kah kau mempunyai perasaan rindu terhadapku?

Seperti yang aku rasakan saat ini.

Rindu yang menggebu.

Memaksa agar kau memeluk ku dengan erat dan
tetap dalam dekapanku.

Rinduku padamu sudah sangat menumpuk.

Tak tahu harus di apakan.

Akankah kau menghabiskan tumpukan demi tumpukan rinduku ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s