Kosong

Dia berdiam diri dalam sebuah keramaian

Tak satupun orang acuh kepadanya

Dia termengu menatap kosong

Dengan raut muka yg dimakan oleh waktu

Senyumnya tak semanis dulu

Saat langit biru menyelimutinya

Kini dia tersudut kaku dalam kesepian

Tanpa bereaksi sepatah katapun

Harapan yang selama ini dia rajut tiba-tiba pupus oleh nestapa

Kenyataan itu sangat pahit

Langit biru pun bisa menjadi hitam

Mimpi-mimpinya hangus terbakar

Harapannya habis dimakan rayap

Dia masih bersandar dalam kehampaan

Dikelilingi bayang-bayang kemunafikan

Ketahuilah badai pasti berlalu

Langit biru akan berdampingan dengan awan putih

Bekerja sama memberikan keteduhan di bumi

Rasakan, syukuri, dan nikmati keindahannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s